SEJARAH

Berawal dari pengalaman pengasuh sekaligus pendiri  di masa kecil, beliau KH. Muhammad Muslich yang lahir di Jember, tepatnya pada tanggal 21 Desember 1967, putra bungsu dari sepasang suami istri H. Ali Imron Dan Hj. Nurul Jannah, sempat putus sekolah hanya karena masalah biaya. Dari pengalaman  inilah beliau bercita – cita untuk mendirikan sebuah Yayasan Pendidikan dan Sosial berbasis pondok pesantren yang mampu di jangkau oleh semua kalangan,yang mana di dalamnya terdiri dari beberapa lembaga sekaligus,mulai dari Pendidikan formal dan non formal.Salah satu lembaga yang ada di dalamnya adalah panti asuhan dengan tujuan agar  anak yatim, piatu dan dhuafa’ bisa menikmati pendidikan yang ada tanpa biaya. Tepat pada tanggal 01 Pebruari tahun 2008 didirikanlah Yayasan tersebut dengan nama Yayasan  Hidayatul Mubtadiiin (YAHTADI) yang terletak di Jl.Mayor Kamari Sampurno No.09 Desa Curahpetung Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. Nama Hidayatul Mubtadiiin sendiri merupakan bentuk tabarrukan kepada pondok Lirboyo yang menjadi tempat beliau  menimba ilmu agama.

Yahtadi menaungi banyak lembaga di bawahnya,mulai dari Pondok Pesantren Putra & Pondok Pesantren Putri;  SMP Islam Terpadu & Madrasah Aliyah  Keagamaan yang memadukan materi formal,diniyah,dan social kemasyarakatan;Madrasah Diniyah Ula & Madrasah Diniyah Wustho;Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak; serta Madrasah Al Qur’an yang mempelajari Tahsinul Qiro’ah ( perbaikan bacaan ),Tarjimul Qur’an (Menterjemah Al Qur’an baik lafadz,ma’na dan maksudnya) dan Tahfidzul Qur’an 30 juz.

YAHTADI sendiri memiliki ciri khas dalam peraturan santri , seperti santri tidak di benarkan membawa alat elektronik apapun selain laptop ( untuk kegiatan pembelajaran) sehingga santri terhindar dari dampak negative yang ditimbulkan dari penyalahgunaan internet. Selain itu santri juga dilarang untuk memegang uang, seluruh uang saku santri dititipkan kepada pengurus  keuangan sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya santri bisa membeli di koperasi pondok dengan cukup membawa buku tabungannya,mengingat semua fasilitas sudah ada di dalamnya.YAHTADI juga merupakan  Pondok Pesantren yang bebas dari asap rokok,yang mana pada Tahun 2012 mendapatkan penghargaan dari provinsi sebagai percontohan pesantren bebas asap rokok.

Kemudian dalam bidang pendidikan formal, mulanya hanya sebatas program paket B dan paket C, namun untuk memenuhi kepuasan masyarakat, akhirnya pada tahun 2009 didirikanlah SMP Islam Terpadu Hidayatul Mubtadiiin yang mana  semua siswanya di wajibkan tinggal di dalam pesantren / boarding.Dengan demikian akan tumbuh rasa aman,nyaman,mandiri dan berkarakter. Selain SMP, pada tahun 2012 juga didirikan sekolah formal jenjang  MA Keagamaan yang bernaung di bawah Kementrian Agama. Yahtadi selalu mengedepankan kualitas, mulai dari perekrutan  pengajarnya pun dilakukan seleksi yang teliti,sehingga didapatkan guru-guru yang berkualitas guna membentuk siswa yang sesuai dengan visi & misi sekolah. Dengan dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas yg memadai serta berbagai macam ekstrakulikuler guna menggali potensi siswa, maka sebagai bukti konkrit santri – santri YAHTADI sudah biasa menjuarai beberapa kompetensi baik tingkat Kabupaten,Provinsi maupun Nasional

Selain pendidikan formal, Yahtadi juga mengembangkan pendidikan diniyah yang mengkaji kitab-kitab salaf yang menjadi sumber rujukan hukum Islam setelah Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Pendidikan diniyah yang diajarkan terbagi menjadi 2 tingkatan,yaitu madrasah diniyah ula yang ditempuh dalam jangka waktu 4 tahun dan madrasah diniyah wustho yang ditempuh selama 3 tahun.Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiiin tidak lagi diragukan kualitasnya,terbukti mampu mengantarkan santri memahami berbagai macam fan ilmu,seperti fiqh,nahwu-shorof,tauhid, akhlaq,tafsir, hadis, dan banyak lagi. Sering kali santri mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan Bahtsul Masail baik tingkat Kabupaten, Provinsi maupun antar pulau.Selain itu Madin Hidayatul Mubtadiiin juga sering kali menyabet banyak kejuaraan dalam berbagai cabang mulai dari tingkat Kabupaten,Provinsi, bahkan pada awal 2019 lalu 2 santri Yahtadi mampu memperoleh medali emas dalam bidang fahmil ma’ani al-imrithi putra dan putri pada tingkat Nasional, dan masih banyak lagi.

Kemudian dalam bidang pendidikan Al-Qur’an Yahtadi menyelenggarakan 4 program,Tahsinul Qiro’ah (perbaikan bacaan) menggunakan metode Qiro’ati,Tarjimul ayah ( terjemah ayat) dengan menggunakan program PPTQ (Program Pelatihan Terjemah Qu’an) , program Tafhimul Qur’an (memahami Al-Qu’an)dengan mengkaji berbagai kitab tafsir Al-Qur’an seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Munir, dsb, dan program Tahfidhul Qur’an (menghafal Al-Qur’an)dengan metode muroqobah( 8 juz/hari bagi yang tidak sekolah formal, 5 juz/hari untuk yang sekolah formal),dan mayoritas santri mampu mengkhatamkan hafalan Al Qur’an  30 juz dalam jangka waktu maksimal 9 bulan, sehingga dengan program-program ini dapat mewujudkan santri  yang qur’ani lafdhon,wa ma’nan,wa ‘amalan.

Mengingat banyaknya santri yang berasal dari latar belakang dan lingkungan yang berbeda – beda, tentunya semua santri memiliki bakat dan potensi yang beraneka ragam. Salah satu upaya YAHTADI untuk menggali bakat dan potensi santri yaitu dengan menfasilitasi pendidikan psikomotorik untuk mengasah sekaligus membekali skill  pada santri,agar terwujud out put yang mandiri dan berjiwa intrepreneur.Meski demikian YAHTADI dengan tetap menjaga nilai-nilai kesalafan pondok pesantren guna mewujudkan santri yang berakhlaqul karimah,cerdas, terampil,dan berkarakter yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat di era globalisasi saat ini.

Yahtadi juga telah meresmikan lembaga Poskestren yang mana bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat,dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sehingga santri-santri tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah kesehatan. Yahtadi sesuai mottonya akan terus berbenah untuk mewujudkan Yahtadi yang semakin baik,semakin maju, dan semakin dipercaya oleh masyarakat, untuk mengantarkan santri-santri yang akan menjadi generasi penerus di masa yang akan datang.

Salah satu bukti konkrit output yahtadi adalah banyak yang mendapatkan beasiswa S1baik di Universitas negeri ataupun swasta, baik melalui jarur tahfidh Al-Qur’an, Kitab kuning dll. Dengan kualitas yang demikian, secara otomatis kuantitas pun naik pesat sehingga fasilitas asrama tidak seimbang dengan jumlah santri, maka karena factor tersebut Yahtadi bertekad untuk mengembangkan di area lain,tepatnya di Jl.Raya Klakah No. 157 Desa Mlawang Klakah Lumajang,dengan fasilitas yang direncanakan berupa masjid,asrama santri putra,musholla putri,asrama santri putri, SD,SMP,SMK,dan gedung Madrasah Diniyah.(Semua itu dalam proses pembangunan,mohon do’a restunya)

Demikianlah sejarah berdirinya Yahtadi yang masih akan terus berusaha lebih baik dalam mencetak generasi penerus bangsa. Kemudian yang terpenting kami mohon do’anya semoga santri/at Yahtadi menjadi anak yang sholeh/ah,mendapat ilmu yang manfaat, barokah,serta maslahah fid dini wad dunya wal akhirat ,amin ya robbal ‘alamin.